Mengenal Hama Penyakit pada Tanaman Buah Melon Dan Cara Pengendaliannya
Hama Penyakit pada Tanaman Buah Melon Dan Cara Pengendaliannya- Shobat Gopitz, apakabar semua? pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai tanamanan melon, dan khusus hari ini membahas mengenai cara pengendalian hama dan penyakit pada tanaman melon. bagaimana caranya? yuk simak ulasan berikut.
Usaha pengendalian dan pemusnahan hama dan penyakit termasuk hal yang sangat urgen dalam usaha budidaya di bidang pertanian. Tanaman melon tidak lepas dari tantangan hama dan penyakit, sebagaimana jenis tumbuhan lainnya. Serangan hama dan penyakit yang berat bisa menurunkan produksi, bahkan bisa menggagalkan panen. Oleh sebab itu, usaha pengendalian dan pemusnahan hama dan penyakit pada usaha budidaya mesti mendapat perhatian secara khusus. Kali ini anda akan membicarakan tentang usaha pengendalian dan pemusnahan terhadap sejumlah jenis hama dan penyakit yang tidak jarang menyerang tumbuhan melon.
Usaha pengendalian dan pemusnahan hama dan penyakit termasuk hal yang sangat urgen dalam usaha budidaya di bidang pertanian. Tanaman melon tidak lepas dari tantangan hama dan penyakit, sebagaimana jenis tumbuhan lainnya. Serangan hama dan penyakit yang berat bisa menurunkan produksi, bahkan bisa menggagalkan panen. Oleh sebab itu, usaha pengendalian dan pemusnahan hama dan penyakit pada usaha budidaya mesti mendapat perhatian secara khusus. Kali ini anda akan membicarakan tentang usaha pengendalian dan pemusnahan terhadap sejumlah jenis hama dan penyakit yang tidak jarang menyerang tumbuhan melon.
HAMA PADA TANAMAN MELON
1. Lalat Buah (Dacus cucurbitae)
Lalat buah betina menempatkan telurnya pada buah
melon dengan perangkat tusuknya. Setelah telur-telur itu menetas menjadi larva,
maka larva-larva itu langsung memakan daging buah sampai-sampai buah yang
diserangnya bakal membusuk. Cara Pengendalian untuk hama ini adalah dengan cara
membuat perangkap dari larutan metil
eugenol yang di pasang pada tidak banyak kapas dan dimasukkan dalam botol air
mineral, kemudian letakkan perangkap pada tempat strategis. Pengendalian pun
dapat dilaksanakan dengan memakai insektisida laksana Curacron 500 EC atau Hostathion 40 EC cocok dengan takaran yang
dianjurkan. Waktu penyemprotan usahakan dilaksanakan pada senja hari menjelang
petang atau pagi hari sebelum matahari terbit. Bagi buah yang sudah terserang
maka segera ambil dan buang ketempat yang jauh.
2. Ulat Daun (Palpita sp.)
Hama ini menyerang daun sampai-sampai daun
yang terserang terlihat menggulung, hama
ini pula memakan daun sampai-sampai daun yang diserang nampak berlubang. Ulat
daun ini berwarna hijau dan biasanya berada di permukaan daun unsur bawah. Cara
pengendalian: Ulat daun ini bisa dikendalikan dengan penyemprotan insektisida
laksana Atabron 25 EC atau Curacron 500 EC cocok dengan takaran yang
dianjurkan. Penyemprotan ditunjukkan pada permukaan daun unsur bawah lokasi
berlindungnya hama ulat tersebut.
3. Aphids (Myzus persicae)
Hama ini bisa bertelur tanpa kawin
(parthenogenesis). Hama ini menyerang
unsur daun/pucuk daun dengan teknik menghisap cairan pada jaringan daun
tersebut. Serangan hama ini dapat mengakibatkan daun atau pucuk daun membengkak
dan mengeriting, perkembangan tanaman terganggu, dan akhirnya tumbuhan mati.
Cara pengendalian: Pemberantasan secara mekanis dapat dilaksanakan dengan
teknik memangkas bagian tumbuhan yang terserang kemudian dibakar. Sedangkan
pemusnahan secara kimiawi dapat dilaksanakan dengan penyemprotan insektisida
laksana buldok 25 EC atau curacron 500 EC dengan takaran 1-2 cc/liter air.
4. Tungau (Tetranichus sp.)
Serangga ini berbentuk laksana laba-laba,
berwarna merah dan berukuran selama 1 mm. Dalam satu siklus hidupnya melulu
memerlukan waktu selama 15 hari. Tungau menyerang daun/pucuk daun dengan teknik
menghisap cairannya sampai-sampai daun berkerut dan lama-kelamaan warna daun
pulang menjadi kuning. Cara pengendalian:Pengendalian secara mekanis dapat
dilaksanakan dengan memangkas tunas-tunas balik supaya tidak rimbun dan dapat
dilaksanakan dengan memangkas daun yang terserang kemudian dibakar.
Pengendalian secara kimiawi dapat memakai obat jenis akarisida laksana meothrin
50 EC. atau mitac 200 EC dengan teknik disemprotkan pada permukaan daun dengan
takaran sesuai dengan anjuran.
5. Thrips (Thrips tabacci)
Serangga thrips berukuran paling kecil selama
1-2 mm, berwarna coklat kehitaman. Serangga thrips ini menyerang dengan teknik
mengisap cairan pada daun/ pucuk daun dengan perangkat penusuknya sehingga
memunculkan bengkak pada daun seolah-olah keriting. Serangan yang berat
mengakibatkan perubahan warna pada daun menjadi kecoklatan dan akhimya tumbuhan
dapat mati.Cara pengendalian: Pemberantasan dapat dilaksanakan secara kimiawi
dengan memakai insektisida sistemik maupun kontak laksana mesurol 50 WP atau
meothrin 50 EC dengan takaran sesuai dengan yang ajakan pada masing-masing
insektisida.
6.Oteng-oteng (Aulacophora similis)
Hama ini
biasanya berwarna kuning-kecoklatan dan penyebarannya luas. Hama kumbang ini
menyerang dengan teknik memakan daun atau pucuk daun sampai-sampai nampak
berlubang-lubang laksana lingkaran .Cara pengendalian: Pemberantasan terhadap
hama ini dapat dilaksanakan secara kimiawi dengan penyemprotan insektisida
laksana larvin 75 WP, Basudin 60 EC, dengan takaran sesuai dengan anjuran.
PENYAKIT PADA TANAMAN MELON
1. Layu Bakteri (Pseudomonas sp.)
Penyakit layu bakteri seringkali menyerang
daun yang masih muda sampai-sampai timbul evolusi warna pada daun menjadi
coklat tua yang pada kesudahannya daun mengering. Cara pengendalian:
Pengendalian terhadap penyakit ini dapat dilaksanakan secara kimiawi dengan
cara embrio melon direndam dalam larutan Agrymicin 1-2 gr/liter air sekitar 6-8
jam. Sedangkan pencegahan pada tumbuhan melon yang sudah ditanam dapat dipancar
dengan fungisida tembaga laksana Cobox atau Vitigran Blue cocok dengan takaran
yang dianjurkan.
2. Phytophtora Melonis
Tanaman melon yang terserang penyakit ini
terlihat bercak-bercak basah berwarna gelap sampai-sampai akan mengganggu
perkembangan tanaman. Bila serangan terjadi pada daun, nampak daun laksana
tersiram air panas. Cara pengendalian: Pengendalian terhadap penyakit ini dapat
dilaksanakan secara kimiawi dengan penyemprotan fungisida laksana ridomil MZ
atau Poligram cocok dengan takaran anjuran. Penyemprotan pada musim penghujan
butuh ditambahkan perekat laksana agristik.
3. Layu Fusarium (Fusarium Oxysporium)
Sifat umum serangan fusarium pada tumbuhan
melon ialah tanaman layu, pada unsur batang retak yang dibuntuti dengan
keluamya lendir, mengering dan mengkerut. Cara pengendalian:
1. Benih direndam dalam larutan benlate 0,5
gr/liter sekitar 6-8 jam.
2. Lahan yang bakal ditanami melon diberi
pengapuran, terutama bilamana pH tanah rendah.
3. Apabila terjadi serangan sekitar masa
pertumbuhannya segera dipancar dengan fungisida laksana topsin dan antracol
cocok dengan takaran anjuran.
4. Busuk Daun (Pseudoperenospora cubensis)
Penyakit ini biasanya menyerang daun unsur
bawah (daun tua) yakni hadir bercak kuning salah satu urat-urat daun yang lama
kelamaan menjadi coklat dan akhimya daun kering. Apabila serangan ini meluas ke
semua daun, proses fotosintesis bakal terganggu dan akhimya bisa menurunkan
produksi, bahkan bisa menggagalkan panen. Cara pengendalian: Pengendalian dapat
dilaksanakan secara kimiawi dengan penyemprotan fungsida laksana sandovan MZ
atau Deconil pada takaran dan interval penyemprotan cocok dengan anjuran.
Sedangkan pemusnahan secara mekanis dilaksanakan dengan mencukur daun yang
terserang dan membakamya.
5. Penyakit Embun Tepung
Cendawan ini adalahpenyebab penyakit embun
tepung (Powdery mildery). Dapat diketahui bahwa tanaman yang terserang penyakit
ini adalah dengan kreteria daun dan batangnya nampak adanya cendawan putih.
Daun yang sudah tertutup oleh cendawan ini mengakibatkan proses fotosintesis
terganggu sehingga pertumbuhan tanaman menjadi terhambat dan kualitas buah yang
didapatkan akan rendah. Cara pengendalian: Pengendalian penyakit ini dilaksanakan
dengan penyemprotan fungisida yang berisi bahan aktif dinitocapryphenol
crotanate yang bisa mematikan misellium. Sedangkan pada tumbuhan yang terserang
usahakan ditarik keluar dan dibakar supaya tidak menular pada tumbuhan yang
lain.
Demikian tulisan pembahasan tentang”Hama Penyakit pada Tanaman
Buah Melon Dan Cara Pengendaliannya “, semoga bermanfaat dan tidak boleh lupa ikuti artikel kami
berikutnya. Sampai jumpa
Comments
Post a Comment